Otomotif

Beginilah Cara Kerja Transmisi Otomatis Pada Mobil

Sepertinya mobil dengan transmisi otomatis atau matic saat ini memang menjadi favorit bagi para pengendara di kota besar. Jelas saja itu terjadi karena kemudahan dalam penggunaannya. Tanpa adanya pedal kopling, anda hanya perlu menginjak pedal gas dan rem secara bergantian. Jadi tidak akan terasa terlalu melelahkan ketika digunakan saat dalam kondisi macet. Kenapa disebut otomatis? Karena pada transmisi mobil matic tidak perlu menginjak pedal kopling saat melakukan perpindahan gigi.

Nah, salah satu alasannya adalah karena peningkatan permintaan pasar atau pengguna kendaraan yang menyukai kendaraan jenis matic. Tidak hanya mobil pada sepeda motor pun juga semakin laris angka penjualannya. Jadi wajar saja jika seperti itu, karena kendaraan dengan sistem transmisi automatic dianggap lebih praktis dari pada kendaraan dengan sistem transmisi manual. Tapi tergantung selera juga, mungkin ini hanya masalah kenyamanan saat berkendara.

Sistem transmisi otomatis dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan sistem perpindahan gigi dan waktu lock up, yaitu:

  1. Electronic Control Transmision (ECT), waktu perpindahan gigi dan waktu lock up yang dapat diatur secara elektronik. Tipe sistem transmisi ini menggunakan data yang tersimpan didalam ECU sebagai pusat kontrol nya.
  2. Full Hydraulic, waktu perpindahan gigi dan waktu lock up dapat diatur sepenuhnya secara hidraulis.

Keuntungan dari menggunakan sistem transmisi otomatis bila di bandingkan dengan sistem transmisi manual antara lain adalah:

  • Akan mengurangi kelelahan pengemudi kendaraan karena meniadakan pengoperasian pedal kopling serta pemindahan gigi transmisi.
  • Perpindahan gigi transmisi dilakukan secara otomatis pada kecepatan yang sesuai dengan kondisi kendaraan, sehingga dapat membebaskan pengemudi kendaraan dari teknik mengemudi yang sulit terutama pada pengoperasian kopling. Sehingga sangat cocok untuk digunakan pengemudi yang masih pemula.
  • Dapat mencegah mesin dan perpindahan tenaga dari beban yang berlebih karena semuanya dihubungkan secara hidraulis dan bukan mekanik.

Sistem transmisi otomatis memiliki beberapa jenis yang dibuat dengan proses yang berbeda-beda namun fungsi dasar dan prinsip kerjanya tetap sama. Transmisi otomatis memiliki beberapa komponen yang utama. Tentunya agar dapat bekerja dengan baik, komponen-komponen ini harus dapat bekerja sesuai fungsinya. Komponen utama dari transmisi otomatis antara lain adalah:

  • Torque Converter
  • Planetary Gear Unit
  • Hydraulic Control Unit
  • Manual Linkage
  • Automatic Transmission Fluida

Cara Kerja Transmisi Mobil Matic

Tidak seperti sepeda motor, transmisi automatic pada mobil sedikit berbeda karena harus memerlukan bantuan tuas perpindahan gigi sama seperti mobil manual. Hanya saja dibuat lebih praktis dan lebih simpel. Berikut adalah istilah atau kode pada tuas transmisi mobil matic.

P (Park) adalah dimana transmisi berada pada posisi mengunci roda mobil, sehingga mobil tidak dapat bergerak maju atau mundur. Saat mobil berhenti atau parkir dalam waktu lama sebaiknya transmis berada pada posisi P. Ini untuk menjaga transmisi mobil matic lebih awet, karena dalam posisi terkunci.

R (Reverse) adalah untuk posisi mobil melaju mundur. Sebelum memindahkan tuas transmisi ke posisi R, sebaiknya injak pedal rem terlebih dahulu baru setelah tuas ada pada posisi R lepaskan pedal rem secara perlahan. Ini agar kita tidak kaget karena mobil matic apabila tuas dipindahkan akan secara otomatis melaju.

N (Netral) kalau ini pasti sudah pada tahu kan. Ya, pada posisi N mobil dalam keadaan bebas artinya tidak terjadi aktifitas pada transmisi mobil matic, sama seperti mobil manual juga. Nah, pada posisi ini juga mobil matic baru bisa distarter agar mobil tidak langsung melaju.

D (Drive) tuas pada posisi D ini digunakan pada saat mobil melaju. Sama seperti sepeda motor percepatan pada posisi D sudah diatur secara otomatis menyesuaikan kecepatan putaran mesin. Pada tanda ini juga sebagai ciri kalau mobil matic yang kita gunakan hanya memiliki 4 percepatan saja.

Angka 2 (Gear 2) angka 2 yang terdapat pada tuas mobil matic memiliki arti kalau transmisi matic berada pada gigi 2. Biasanya digunakan saat mobil melaju pada tanjakan atau jalan yang menurun tapi masih dalam kategori sedang. Atau bisa juga disebut jalanan agak menanjak atau agak menurun.

L (Low) huruf L memiliki arti low,dimana posisi transmisi ini berada pada percepatan terendah yaitu gigi 1. Pada posisi ini biasanya digunakan saat mobil melaju pada medan atau jalanan yang sangat curam. Seperti tanjakan yang menanjak sangat tinggi dan jalan yang menurun sangat curam.

Oiya, transmisi jenis ini juga menggunakan lebih sedikit oli transmisi jika dibandingkan dengan transmisi matik jenis lama lho. Beberapa hal yang harus diketahui untuk pemilik mobil yang menggunakan transmisi ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk transmisi manual, tidak disarankan untuk meletakkan tangan di tuas persneling karena akan memberikan tekanan berlebihan pada Syncromesh. Tapi hal ini tidak terjadi pada transmisi matik CVT, jadi pengemudi bebas meletakkan tangannya di tuas persnelling.

2. Ketika posisi mobil berhenti pengendara tidak perlu untuk menetralkan (N) kendaraannya karena tidak akan membahayakan system transmisi tersebut.

3. Pengendara tidak disarankan untuk menahan mobil di tanjakan dengan gas, karena akan membuat system CVT tidak bertahan lama. Ketika berhenti di tanjakan sebaiknya ditahan dengan rem.

4. Bagi yang suka menginjak pedal gas poll, hal ini dapat dilakukan pada transmisi CVT dan tidak akan merusak komponen.

5. Pengemudi tidak perlu memasukkan posisi netral ketika jalan turunan panjang. Hal ini tidak akan berdampak apapun pada efisiensi BBM maupun sistem transmisi.

6. Jangan menahan mesin pada RPM tinggi ketika memasukkan ke posisi DRIVE (D) dari posisi netral, karena akan merusak sistem transmisi.

7. Selalu tunggu sampai mobil benar–benar berhenti ketika mau mengganti arah MAJU (D) atau MUNDUR (R).

8. Untuk kondisi macet, transmisi CVT aman digunakan untuk maju sedikit demi sedikit (INCHING) jadi tidak perlu khawatir dapat merusak system CVT.

9. Untuk mobil yang dilengkapi system triptronic, mengganti gigi pada posisi apapun aman untuk transmisi, tapi yang harus diperhatikan ketika menurunkan gigi di RPM tinggi karena hal ini memiliki kemungkinan untuk merusak piston rod.

Semua transmisi matik memiliki oli transmisi yang harus diganti sesuai petunjuk produsen mobil, untuk pengguna mobil bertransmisi matik yang sudah berumur (di atas 100.000km) sebaiknya menganti oli transmisi lebih cepat dari petunjuk produsen mobil (contoh per/20.000km), untuk menjaga umur part lebih lama.

Nah, untuk anda yang belum terbiasa menggunakan mobil dengan transmisi matic sebaiknya harus hati hati. Karena karakter dari transmisi matic adalah bisa saja melaju saat kita melakukan perpindahan posisi tuas transmisi. Untuk anda yang sudah terbiasa juga harus tetap hati hati,apalagi yang berada di perkotaan dengan jalanan yang padat dan macet.

(Sumber: d.c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top