Otomotif

Apa Saja Bagian Bagian Dari Radiator? Bagaimana Cara Merawatnya?

Salah satu komponen penting dalam sebuah mobil adalah radiator. Sebab, jika rusak atau mengalami masalah, mesin akan cepat panas atau disebut overheat.

Radiator adalah penukar panas yang di gunakan untuk mentransfer energi panas dari satu media ke medium lainnya untuk tujuan pendinginan dan pemanasan. Mayoritas radiator di bangun untuk berfungsi di mobil, bangunan, dan peralatan elektronik. Radiator selalu menjadi sumber panas ke lingkungannya, walaupun ini mungkin untuk tujuan pemanasan lingkungan ini, atau untuk mendinginkan cairan atau pendingin yang di sertakan ke dalamnya, seperti untuk pendinginan mesin.

Radiator juga berfungsi untuk menampung dan mendinginkan cairmman pendingin yang telah menjadi panas setelah menyerap panas dari komponen-komponen mesin. Radiator terdiri dari tangki atas dan bawah yang dihubungkan dengan pipa yang berfungsi untuk mengalirkan sekaligus mendinginkan air pendingin.

Meskipun namanya, sebagian besar radiator mentransfer sebagian besar panasnya melalui konveksi, bukan radiasi termal. Radiator ruang angkasa harus menggunakan radiasi hanya untuk menolak panas.

Jika radiator bermasalah, bukan tidak mungkin hal ini akan merembet ke komponen lainnya, termasuk mengakibatkan turun mesin. Bahkan ongkos perbaikan gara-gara masalah radiator bisa mencapai puluhan juta.

Bagian-bagian Dari Radiator

Secara umum, radiator tersusun dari tanki penampung dan inti besi. Berikut beberapa bagian dari radiator:

1. Upper Tank (Tangki Bagian Atas)

Upper tank merupakan sebuah penampung air pendingin yang terletak di saluran masuk. Fungsi upper tank adalah untuk menampung air panas yang keluar dari mesin. Tanki ini terletak tepat dibagian atas radiator dengan bentuk memanjang.

2. Lower Tank (Tangki Bagian Bawah)

Lower tank merupakan tanki penampung air radiator yang terletak di bagian bawah radiator. Fungsi tanki ini adalah untuk menampung air pendingin yang sudah melalui proses cooling. Di dalam tanki inlah air siap untuk kembali di gunakan untuk menyerap panas mesin.

3. Radiator Core 

Inti radiator merupakan pipa kecil dalam jumlah besar yang memanjang antara Upper tank dan Lower tank. Fungsi pipa ini sebagai media penyaluran panas dari air radiator.

Bentuk pipa ini memanjang dengan agak pipih dan memiliki lubang yang kecil. Tujuan desain ini yakni agar aliran air dari upper ke lower tank bisa berlangsung lama, sehingga semakin lama air berada di radiator core semakin lama juga waktu yang di gunakan untuk memindahkan panas.

Supaya sirkulasi tetap berlanjut tanpa kendala, maka dalam satu unit radiator terdapat banyak core yang tersebar sepanjang tanki radiator.

4. Sirip Radiator

Sirip radiator merupakan bahan berbahan plat yang berlokasi ditengah-tengah core. Fungsi dari sirip ini yakni mempercepat pelepasan panas ke udara.

Jika radiator hanya mengandalkan core untuk melepaskan panas, maka itu bisa membutuhkan waktu cukup lama. Namun, jika terdapat sirip di tengah core, maka panas dari radiator core juga akan mengalir ke sirip dan saat ada aliran udara melewati sirip ini, panas akan lebih cepat untuk di pindahkan.

5. Drain Plug (Penutup Saluran)

Bisa juga disebut baut penguras, fungsinya untuk menguras air pendingin. Lokasi darin plug biasanya terletak pada area bawah radiator yang berada pada lower tank.

6. Radiator Cap

Radiator cap atau tutup radiator memiliki beberapa fungsi antara lain ;

  • Menutup radiator
  • Sebagai tempat pengisian air radiator
  • Sebagai pengatur tekanan radiator

Tutup radiator, tidak berwujud seperti tutup biasa. Karena di desain seperti tutup tanki bahan bakar motor. Dan terdapat mekanisme relieve valve yang bertujuan untuk mengatur tekanan air radiator didalam sistem saat kondisi mesin panas.

7. Reservoir Tank

Tabung Reservoir berfungsi menampung air panas saat radiator bekerja, dan menyediakan air cadangan untuk radiator saat radiator kekurangan air.

8. Selang Radiator (Upper Hose)

Berfungsi sebagai penghubung antara radiator dan blok mesin. Ada dua slang di radiator, Upper hose berfungsi mengalirkan air panas dari mesin ke radiator. Sedangkan lower hose untuk menyalurkan air yang sudah didinginkan kembali ke mesin.

Tips Merawat Radiator

Nah, berikut tips agar radiator tetap awet, yaitu:

Pertama, tidak dapat di pungkiri air radiator rentan terhadap kotoran. Jika di biarkan hal itu dapat mengendap membentuk gumpalan yang dapat menghambat saluran radiator ke mesin mobil. Karena itu, air radiator harus diganti secara berkala mengikuti buku manual pada mobil yang disediakan oleh pabrikan.

Perlu dicatat, sebelum melakukan penggantian air radiator, Anda perlu menguras air radiatornya terlebih dahulu.

Kedua, periksa selang radiator. Selang radiator berfungsi untuk menghubungkan radiator ke mesin mobil. Kebanyakan selang radiator terbuat dari bahan karet tahan panas karena bagian ini sangat sering terkontaminasi dengan panasnya mesin.

Meskipun begitu, karet ini tidak selamanya mampu menahan panas dari mesin mobil. Apalagi kalau mesinnya sering overheat, otomatis selang radiatornya bisa mengeras secara perlahan dan akhirnya retak.

Apabila selang radiator retak, tidak ada lagi komponen yang dapat menetralisir panas. Akibatnya komponen lain juga pasti akan rusak. Periksa keadaan selang radiator secara berkala. Kalau perlu, gantilah selang radiatornya jika sudah berumur.

Ketiga, memeriksa tutup radiator. Setiap radiator memiliki seal atau karet pada bagian penutupnya. Fungsinya untuk mengencangkan bagian penutup radiator.

Rusaknya tutup radiator dan seal, akan menyebabkan sirkulasi air panas dari radiator ke bagian reservoir terhambat. Sehingga air panas tersebut akan dikirimkan kembali ke bagian mesin. Akibatnya suhu di dalam radiator dan mesin mobil meningkat secara perlahan.

Sebaiknya periksa bagian tutup radiator secara berkala. Periksa juga apakah seal nya masih kenyal atau tidak. Kalau sudah rusak, terpaksa Anda harus menggantinya dengan yang baru.

Keempat, periksa klem selang radiator. Klem selang radiator berfungsi untuk mengikat selang radiator dengan pilar radiator agar posisi keduanya tetap rapat. Apabila klem selang radiator mulai longgar, air radiator menjadi mudah merembes ke bagian mesin dan komponen AC lainnya. Akibatnya mesin dan komponen AC akan rentan terhadap kerusakan.

Anda bisa memeriksa bagian klem bersamaan dengan tutup radiator, selang radiator, dan air radiator. Apabila klemnya mulai longgar, kencangkan ikatannya.

Kelima, periksa kipas pendingin radiator. Kipas radiator berfungsi untuk menetralisir panas. Pada mesin mobil, kipas radiator berguna untuk menghindari mesin dari namanya overheating.

Kipas pendingin dapat bekerja secara otomatis setiap kali mesin berada pada suhu kerja yang sesungguhnya. Jadi, Anda dapat memastikan kipas pendingin bekerja atau tidak dengan melihat putaran kipasnya.

Cara Kerja Radiator Mobil

Cara kerja radiator mobil atau prinsip kerja radiator mobil adalah dengan membuang panas air pendingin dari mesin yang disirkulasikan oleh pompa air yang berputar bersama putaran mesin, pembuangan panas ini dilakukan oleh adanya hembusan angin yang berasal dari kipas radiator.

Air panas yang berasal dari mesin masuk kebagian atas radiator, kemudian kipas radiator berputar untuk membuang panas air tersebut dengan hembusan angin yang melewati sirip-sirip pada radiator.

Saat thermostat mesin terbuka pada temperatur kerja mesin, air yang sudah didinginkan oleh radiator dengan bantuan kipas radiator tersebut masuk kembali kemesin karena dihisap oleh water pump atau pompa air.

Sumber: WP.L6.OQ.AE.BS.BS.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top