Otomotif

Apa Hal Yang Membuat Harga Mobil Di Akhir Tahun Selalu Turun? Berikut Penjelasannya

Periode menjelang akhir tahun memang merupakan periode yang kelam bagi pebisnis jual beli (dealer) mobil bekas di Indonesia. Akhir tahun, penjualan mobil second alias mobil bekas cenderung sepi.

Hal itu merupakan dampak dari daya beli masyarakat yang mengalami penurunan. Hal ini diperparah lagi dengan banyaknya pabrikan mobil baru di Indonesia melalui gerai-gerai atau showroom yang memberikan promo besar-besaran, demi menghabiskan stok mobil mereka sebelum tutup tahun.

Dilansir melalui data yang diperoleh dari salah satu platform online jual mobil bekas Carsome Indonesia, sudah ada lebih dari 5.000 data mobil bekas yang ingin dijual oleh masyarakat melalui situs jual beli tersebut, terhitung dari bulan September sampai Oktober 2017.

Kebanyakan dari mereka ingin menjual mobil dengan alasan yang beragam, mulai dari butuh dana tambahan untuk persiapan kebutuhan akhir tahun, ada juga karena mereka memang ingin mengganti mobil mereka dengan model atau tipe mobil yang baru.

Mereka memanfaatkan momen musim akhir tahun, karena di musim ini, banyak sekali promo mobil baru yang dibanderol dengan harga murah dan promo secara besar-besaran.

Lalu, hal apa saja yang membuat banyak harga mobil di Indoneisa selalu menurun hampir setiap tahunnya? Berikut adalah beberapa hal yang membuat harga mobil turun, antara lain sebagai berikut:

Penjualan Tak Sesuai Target

Misalnya, penjualan mobil yang ditargetkan terjual 90 ribu unit sampai pada bulan Agustus 2017 tidak tercapai dan hanya terjual 77 ribu unit, pengiriman ke dealer sebanyak 90 ribu unit akan tetapi yang terjual hanya 77 ribu mobil ini artinya ada sekitar 13 ribu unit mobil yang tidak terjual dan harus segera dilempar ke pasar.

Target total penjualan mobil awal tahun 2017 adalah 1,2 juta unit yang kemudian dikoreksi menjadi 1,1 juta unit pada mei 2017 akibat penurunan penjualan, setelah bulan Agustus 2017 penjualan mobil juga masih menunjukkan tren penurunan sehingga dikoreksi lagi menjadi 950 ribu unit mobil.

Diperkirakan sampai akhir tahun akan banyak mobil yang ada di dealer-dealer yang belum terjual dan nantinya produsen akan mengoreksi harga mobilnya dengan pemberian diskon-diskon, hal ini sudah lazim pada akhir tahun mobil didiskon agar dealer tidak penuh dan bisa diisi mobil baru pada awal tahun depan.

Naiknya Harga Komponen

Dollar memang naik terhadap Rupiah (paling signifikan di Asia Tenggara) yang mengakibatkan belanja komponen atau sparepart juga naik, akan tetapi kondisi ekonomi yang tidak pasti dan cenderung turun mengakibatkan masyarakat masih menunggu dan menahan diri untuk membeli mobil, di sisi lain penurunan daya beli juga sedang dialami banyak kalangan.

 

Sebut saja produsen otomotif Daihatsu yang sampai saat ini berusaha menahan agar harga mobilnya tidak naik meskipun harga komponen impor naik, pihak Daihatsu juga mengatakan bahwa 95% komponen mobil masih impor dan ini cukup memberatkan kita.

Berbeda dengan Honda yang meskipun sudah menahan kenaikan harga akan tetapi produsen ini cukup terukur dalam memproduksi mobil, tercatat Honda HRV mengalami kenaikan Rp. 3 juta. Honda tetap akan menaikkan harga mobil akan tetapi secara bertahap agar masih bisa dijangkau.

Sedangkan, produsen otomotif Daihatsu masih akan melihat perkembangan jika dalam sebulan terakhir Rupiah masih diatas 14 ribu Dollar maka Daihatsu juga akan menaikkan harga mobil akan tetapi secara perlahan, kami rasa masyarakat akan paham dengan hal ini “ucap President Direktur Astra Daihatsu Motor”.

Penurunan Daya Beli dan Diskon Akhir Tahun

Penurunan daya beli menyebabkan kenaikan harga mobil tertahan, sedangkan diskon akhir tahun sebenarnya sudah lumrah terjadi dimana tahun-tahun sebelumnya juga seperti itu diskon bervariasi mulai dari Rp. 5 juta sampai Rp. 30 juta.

Diskon ini bertujuan untuk menghabiskan stok yang tidak terjual di tahun ini, jika kita melihat banyaknya mobil di Wholesale (gudang penjualan atau dealer) bukan tidak mungkin kalau penurunan harga bisa lebih besar dari tahun sebelumnya akhir tahun ini. Jika mobil tak terjual maka bisa dibayangkan kerugiannya.

Dampaknya mungkin tahun depan, mobil akan semakin mahal dimana produsen akan lebih selektif secara ketat dalam melihat permintaan pasar dan tidak terlalu banyak memproduksi mobil, untuk saat ini banyak kalangan termasuk GAKINDO juga menyarankan produsen otomotif rem produksi mobil dulu.

Mobil pada hakikatnya haruslah disederhanakan nilainya kembali menjadi kendaraan pribadi yang kita miliki dan kita rawat sebaik mungkin untuk senantiasa dapat membantu atau memudahkan aktivitas sehari-hari, bukan sebagai alat tukar investasi masa depan karena tidak lagi memberikan keamanan finansial dan keuntungan yang stabil bagi kita.

Itulah tadi beberapa hal yang membuat harga mobil tiap Tahunnya selalu turun. Jadi, untuk apa banyak-banyak koleksi mobil toh kalau ujung-ujung di jual juga. (Sumber:hw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top