Olahraga

List Penjaga Gawang Terbaik Dalam Adu Penalti

Untuk menemukan penjaga gawang terbaik dalam hal menyelamatkan bola dari serangan penalty bukanlah hal yang sangat mudah. Memang ada banyak kiper yang mengatakan dirinya terbaik. Tapi, terbaik dalam hal apa? Belum tentu kiper tersebut terbaik dalam hal menyelamatkan bola dari serangan penalti, kan?

Ya, memang ada banyak kiper sangat baik dalam mengantisipasi tendangan mematikan dari beberapa penyerang yang dapat mengancam lini pertahanan. Namun, bagaimana jika dihadapkan dengan kondisi adu penalty? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka beberapa kiper di bawah ini, mampu mengatasi masalah tersebut.

A. Cammy Bell

Cammy Bell adalah penjaga gawang yang berasal dari Skotlandia. Bell memulai karirnya dengan Kilmarnock FC, dan setelah itu, dia bermain lebih dari 100 pertandingan untuk klub dan memenangkan Piala Liga Skotlandia pada tahun 2012. Ia juga juga pernah bermain untuk klub Dundee selama musim 2016-17, dan yang menakjubkan yaitu Bell berhasil menyelamatkan tendangan penalti sebanyak tiga kali dalam satu pertandingan pada saat melawan Dunfermline.

B. Oliver Khan

Oliver Rolf Kahn adalah mantan penjaga gawang sepak bola yang terkenal dengan clean sheet terbaik di dunia. Kahn memulai karirnya di tim Karlsruher SC Junior pada tahun 1975. Dua belas tahun kemudian, Kahn membuat debut yang cocok dalam skuad profesional. Pada tahun 1994, ia dipindahkan ke Bayern Munich dengan biaya pembelian sebesar DM4.6 juta, dimana ia bermain sampai akhir karirnya di 2008. Kehadirannya sebagai kapten tim yang memiliki gaya agresif memberinya julukan Der Titan.

Kahn adalah salah satu pemain Jerman yang paling sukses dalam sejarah, setelah memenangkan delapan gelar Bundesliga, enam DFB-Pokals, Piala UEFA pada tahun 1996, Liga Champions UEFA dan Piala Interkontinental, dia mulai dianggap sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Kahn telah menerima empat penghargaan kiper terbaik dunia Eropa UEFA berturut-turut, serta tiga penghargaan Kiper Terbaik dari IFFHS. Pada Piala Dunia FIFA yang diadakan tahun 2002, Kahn menjadi salah satu kiper yang terpilih untuk memenangkan Golden Ball.

C. Pepe Reina

José Manuel “Pepe” Reina Páez adalah seorang pemain sepak bola Spanyol yang bermain sebagai penjaga gawang untuk klub Italia Napoli dan tim nasional Spanyol.

Pepe Reina memulai karirnya dengan tim pemuda Barcelona dan membuat debut La Liga di musim 2000-01. Ia menandatangani kontrak dengan Villarreal pada tahun 2002, dan memenangkan Piala Intertoto UEFA sebanyak dua kali. Reina pindah ke Liverpool dan membuat debut dalam Piala Super UEFA 2005, yang memenangkan Liverpool. Dia langsung menjadi penjaga gawang yang memenangkan Piala FA, dimana ia berhasil menyelamatkan tiga tendangan penalti yang dieksekusi oleh pemain West Ham United.

Setelah delapan musim berturut-turut berkarir sebagai penjaga gawang Liverpool, Reina menghabiskan musim 2013 – 14 dengan dipinjamkan ke Napoli. Selama masa jabatan pinjaman di Naples, Reina telah berhasil membawa klub memenangkan Coppa Italia 2014.

Di tingkat internasional, Reina bermain untuk tim remaja Spanyol, memenangkan kejuaraan sepak bola u-17 Eropa UEFA pada tahun 1999. Dia membuat debut pada tahun 2005, dan terpilih sebagai penjaga gawang kedua setelah Iker Casillas. Dia adalah bagian dari skuad Spanyol untuk Piala Dunia FIFA 2006 dan juga membuat penampilan terbaiknya dalam memenangkan UEFA Euro 2008.

D. Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon adalah seorang pemain sepak bola Italia yang bermain sebagai penjaga gawang untuk Juventus. Ia secara luas dianggap oleh pemain, pakar dan manajer sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa. Buffon adalah kiper pertama yang pernah memenangkan Golden Foot Award. Ia juga termasuk kiper pertama yang pernah membawa Juventus memenangkan Serie A, dan juga telah meraih 12 kali penghargaan. Disamping itu, Buffon juga pernah meraih rekor kiper terbaik di dunia dari IFFHS sebanyak lima kali, dan juga Kiper Terbaik abad ke-21. Buffon telah memenangkan 23 piala dalam karirnya, termasuk sembilan dari Serie A, satu piala Seri B, lima piala Coppa Italia, enam gelar Interkontinental, dan satu gelar Piala UEFA serta satu gelar Piala Dunia FIFA. Ia tak terkalahkan dengan membuat penyelamatan sejauh 974 menit selama musim 2015-16.

Buffon memulai karir dengan Parma pada tahun 1995, dimana dia membuat debut pertamanya di laga Serie A. Ia segera mendapatkan reputasi sebagai salah satu kiper muda paling menjanjikan di Italia, dan membantu Parma memenangkan Coppa Italia, Piala UEFA dan Interkontinental and Italiana pada tahun 1999. Setelah bergabung dengan Milan pada tahun 2001 untuk biaya transfer penjaga gawang terbesar yaitu €52 juta, Buffon berhasil membawa tim memenangkan gelar dalam dua musim pertamanya di klub Serie A dan memantapkan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik di dunia dalam posisinya. Buffon kemudian memainkan peran kunci dalam kebangkitan Juventus, yang akhirnya membawa klub berjulukan Nyonya Tua tersebut memenangkan Rekor Italia sebanyak tujuh gelar liga berturut-turut antara 2011 hingga 2018. Ia juga dipercaya sebagai kapten tim setelah kepergian Alessandro Del Piero pada tahun 2012. Dengan Juventus, ia telah membawa klub memenangkan gelar Serie A sebanyak sembilan kali, serta empat gelar Coppa Italia, dan lima gelar Interkontinental and Italiana.

Sekian penjelasan mengenai kiper terbaik yang mampu mengatasi serangan penalty. Terima kasih.

(Sumber: gl)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top