Olahraga

Berikut Merupakan Sejarah Olahraga Lari dan Perkembangannya

Ini merupakan salah satu olahraga yang banyak di perlombakan di berbagai daerah. Olahraga lari ini dapat dilakukan mulai dari anak-anak sampai dewasa tanpa terkecuali, baik laki-laki maupun wanita. Sejarah lari memang tidak tertulis secara otentik sejak kapan manusia berlari sebagai prestasi atau untuk kebugaran. Sejak manusia ada, sebenarnya telah dapat berjalan dan berlari, namun tidak tercatat sebagai olah raga prestasi untuk mengetahui tercepat dan terkuat.

Hal ini membuktikan bahwa lari adalah olahraga yang menyenangkan. Bahkan orang yang terlalu sibuk karena pekerjaannya pun masih bisa menyempatkan diri untuk berlari di akhir pekan atau sekedar jogging di halaman rumahnya sendiri.

Sejarah Olahraga Lari

Banyak yang mengatakan bahwa lari adalah olahraga termurah, tapi sebenarnya tingkat kemurahan berlari itu bergantung pada di tempat mana dan sepatu apa yang digunakan saat berlari. Jika hanya dilakukan di sekitaran rumah tentu tidak banyak biaya yang dikeluarkan, berbeda jika berlari di treadmill dengan menggunakan sepatu lari keluaran terbaru. Namun memang benar adanya jika olahraga lari bisa dilakukan oleh siapa saja.

Olahraga yang menyenangkan dan mudah dilakukan ini ternyata merupakan salah satu cabang olahraga tertua di dunia. Berikut merupakan penjelasan mengenai sejarah olahraga lari. Konon kabarnya cabang olahraga lari marathon pertama kali dilombakan dalam olimpiade yang diadakan di kota Athena dimenangkan oleh Eucles dan pada lomba berikutnya dimenangkan oleh Philippides.

Setelah mengalami berbagai event dan waktu, lomba ini berubah menjadi Olimpiade dan pada periode selanjutnya mendapat julukan olimpiade modern. Olahraga ini pun berkembang menjadi beberapa cabang yang dibagi dalam jarak tempuh tertentu.

Pengertian Olahraga Lari

Manusia sudah terbiasa dengan berlari sejak dahulu kala, bahkan jauh sebelum lari ditetapkan sebagai sebuah cabang olahraga. Manusia jaman dahulu berburu hewan untuk dijadikan sebagai bahan makanan dengan berlari. Dengan berlari juga mereka bertahan hidup dari musuh atau hewan buas yang mengejar mereka.

Coba perhatikan anak kecil yang baru belajar berjalan. Baru saja mereka bisa berjalan, mereka sudah langsung mempercepat langkah mereka. Mereka berlari ke sana ke mari dengan kaki mereka yang kecil dan belum terlalu kuat untuk menahan tubuh mereka. Bentuk tubuh manusia memang dirancang untuk dapat berlari.

Berlari sudah mendarah daging di dalam tubuh manusia. Karena untuk sekedar berlari, tidak memerlukan alat atau tempat khusus. Karena hal ini pula, olahraga lari disenangi oleh banyak orang. Nomor atletik lari jarak pendek biasa disebut sprint race. Karena itu pelari nomor atketik lari jarak pendek sering disebut sprinter. Lari jarak pendek merupakan salah satu nomor yang dilombakan pada Olimpiade Kuno di Yunani.

Cabang atletik lari jarak pendek bisa diselenggarakan di dalam ruangan (indoor) atau di luar ruangan (outdoor). Di negara-negara yang memiliki empat musim, perlombaan indoor biasa dilangsungkan pada musim dingin. Sementara perlombaan outdoor biasanya diselenggarakan pada musim panas.

Bagi mereka yang kurang memahami tentang atletik, terutama cabang lari, mungkin akan sedikit bingung dengan istilah lari jarak pendek. Selain ditentukan jarak, lari ini dikenal dengan nama sprint. Dinamakan sprint karena olahraga ini mengandalkan kecepatan otot, terutama pada otot tungkai untuk bisa bekerja dengan tenaga penuh atau full speed.

Otot tungkai ini akan digunakan bekerja maksimal guna menghasilkan kecepatan lari sang atlet. Hal ini karena lari jarak pendek ini menuntut seorang pelari untuk bisa mencapai finis dengan cepat tanpa perlu mengatur ritme lari atau pernafasan. Inilah yang membedakan dengan jenis lari lain seperti pada lari jarak menengah dan lari jarak jauh atau marathon.

Perkembangan Olahraga Lari

Sejarah olahraga lari dimulai ketika seorang tentara Yunani berlari sepanjang 40km dari Yunani ke Athena untuk memberitahukan kemenangan Yunani atas Persia. Setelah berhasil tiba di Athena, prajurit itu meninggal dunia. Untuk mengenang jasa yang dilakukan oleh prajurit tersebut, maka diadakanlah perlombaan lari pada olimpiade pertama, sekitar 776 SM.

Dalam perkembangnya cabang olah raga lari terbagi menjadi lari cepat jarak pendek (sprint), lari jarak sedang (middle distance), lari jarak jauh (long distance). Lari jarak pendek pun terbagi lagi menjadi lari jarak 50m, 55m, 60m, 100m, 150m, 200m, 300m, 400m, 500m. Pada jarak menengah terbagi 800m, 1500m, 3000m. Untuk lari jarak jauh dibagi menjadi 500m, 10.000m, half marathon dan marathon.

Saat ini perkembangan lebih pesat lagi dan cenderung digabungkan dengan cabang olah raga lain seperti lari halang rintang, triathlon, pentathlon, heptathlon, decathlon. Sedangkan aktifitas lari sebagai kebugaran/pemeliharaan fisik badan tidak tercatat, apakah sejak manusia muncul di bumi sudah memiliki kegiatan berlari dalam hidupnya atau setelah beberapa keturunan baru ada kegiatan lari.

Namun secara logis dapat dikatakan bahwa manusia memiliki kaki untuk beraktifitas tentunya dari kecil sudah dapat berlari-lari untuk bergembira atau mengejar sesuatu. Dari hasil berlari yang kemudian dia merasakan manfaat yang dirasakan setelah beraktifitas maka selanjutnya manusia memelihara aktifitas lari dalam hidupnya. Kecenderungan manusia pada saat tumbuh dewasa juga beraktifitas lari mengejar hewan dengan berburu menggunakan alat buruan seperti tombak atau batu.

Manfaat Olahraga Lari

Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam berlari pun seorang pelari dapat mengalami cedera. Entah itu keseleo, lutut yang terluka karena terjatuh atau lecet karena memakai sepatu yang tidak sesuai. Tapi cedera dalam berlari sebenarnya bisa dihindari dengan persiapan yang matang. Area berlari pun sangat menentukan persiapan apa saja yang harus dilakukan. Tapi dibalik semua itu, berlari membawa banyak manfaat untuk pelari. Berikut adalah manfaat yang bisa didapatkan dari olahraga lari:

1. Mengurangi Resiko Penyakit Kardiovaskular

Selain melatih pernafasan, berlari juga dapat mengurangi resiko penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskular. Berlari dapat mengurangi kolesterol yang dapat mempengaruhi kondisi jantung. Rutin berlari dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner.

2. Mampu Mengurangi Berat Badan

Berlari pun dapat membantu membakar lemak pada tubuh. Oleh karena itu, dengan rutin berlari bentuk tubuh akan terjaga. Memang dibutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk pelari pemula bisa mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Rutinlah berlari dan mningkatkan jarak juga waktu tempuh lari secara berkala.

3. Mencegah Osteoporosis

Berlari juga bisa menguatkan tulang dan lutut. Karena dengan berlari, sel-sel tulang yang baru akan terbentuk dan menjadi lebih kuat dibandingkan dengan orang yang tidak berlari. Lutut pun mnejadi terbiasa menahan berat tubuh.

4. Menjadi Lebih Bahagia

Berlari juga biasa dilakukan sebagai terapi untuk orang yang mengalami depresi karena berlari mampu memicu hormon insulin yang membantu menimbulkan rasa bahagia dan nyaman.

Sang atlet harus tahu waktu kapan berlari dengan kecepatan sedang dan juga saat berlari dengan kecepatan penuh. Di sisi lain, pelari harus pula mampu mengatur pernafasan mereka agar stamina yang ada bisa digunakan untuk menyelesaikan seluruh perlombaan lari. Demikian artikel ini, semoga dapat menambah wawasan anda. Terima kasih.

Sumber : Gp.c

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top