Kuliner

Sering Makan Tahu? Ini Dia Manfaat Tersembunya Dari Makanan Klasik Tersebut

Bagi orang Indonesia, tahu adalah sumber protein pengganti daging sapi dan ayam yang paling banyak dikonsumsi. Terbukti dengan data yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2002 yang menunjukkan, jika tingkat konsumsi tahu masyarakat kota mencapi 18,6 kg per kapita per tahunnya. Sedangkan bagi masyarakat pedesaan, kebutuhan konsumsi tahunya lebih rendah, yaitu hanya mencapai 13,9 kg per kapita per tahunnya.

Tak hanya memiliki rasa yang lezat, tahu juga dikemas dengan asam amino esensial yang tinggi sehingga membuat tahu menjadi makanan yang menyehatkan. Hal inipun dibenarkan oleh seorang insinyur di bidang pertanian yang juga memiliki usaha pabrik tahu di Bandung, Ir. Dimara Yohany. “Tahu mengandung sebuah zat isoflavon yang bermanfaat sebagai antioksidan,” tutur Dimara.

“Isoflavon sendiri bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, mencegah kanker dan penuaan dini, serta mampu menjaga konsistensi berat badan,” tambahnya.

Meskipun berasal dari tumbuhan, namun kandungan protein pada tahu bisa menyamai kandungan protein hewani. Bertindak sebagai sumber protein yang baik, tahu tidak akan membuat berat badan meningkat karena tahu bisa menurunkan kadar kolesterol jahat LDL tanpa diikuti dengan peningkatan HDL.

Dimara juga menjelaskan, bahwa tahu adalah makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh para penderita asam urat, karena kedelai sebagai bahan dasar tahu mengandung kadar purin yang rendah.

“Kacang kedelai memiliki kadar purin sebesar 194. Namun, begitu kedelai diolah menjadi tahu, maka kadar purinnya akan menurun menjadi 100. Jadi, bagi mereka yang mempunyai asam urat, tahu adalah salah satu makanan yang dianjurkan,” jelasnya.

Selain itu, tahu juga rupanya baik untuk mencegah menopause dini, mengingat kandungan isoflavon yang ada pada tahu cukup tinggi. Zat tersebut akan membantu tubuh dalam proses menopause, karena umumnya tubuh akan mengalami ketidakseimbangan estrogen.

Mengandung mineral yang cukup banyak, tahu bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan kulit. “Seng, besi, natrium, dan kalsium adalah contoh mineral yang terkandung dalam tahu. Inilah alasan kenapa tahu juga menjadi sumber mineral yang baik bagi tubuh,” papar Dimara menutup perbincangan.

5 Jenis Tahu yang Biasa Dikonsumsi Masyarakat Indonesia

Dibandingkan dengan daging dan ayam, orang Indonesia cenderung lebih menyukai olahan kedelai seperti tahu dan tempe untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka setiap harinya. Menjadi salah satu makanan tradisional yang sangat digemari, Indonesia memiliki beragam jenis tahu.

Menurut insinyur di bidang pertanian yang juga memiliki usaha pabrik tahu di Bandung, Ir. Dimara Yohany, sebenarnya hanya ada dua jenis tahu yang ada di Indonesia. “Secara garis besar, jenis tahu itu cuma ada dua, yaitu tahu potong dan tahu sutra yang dikemas dalam bentuk plastik,” ungkap Dimara.

“Tapi, tahu potong itu terdiri dari berbagai macam jenis tahu, seperti tahu sumedang, tahu Bandung, dan tahu Cina yang banyak ditemukan di pasar tradisional,” imbuhnya.

Berdasarkan penuturan Dimara, sedikitnya ada lima jenis tahu yang umum dikenal masyarakat Indonesia. Apa saja?

1. Tahu Sumedang

Tahu Sumedang atau tahu pong, dikenal juga dengan nama tahu kulit karena bertekstur agak liat (kenyal) setelah digoreng. Ketika masih mentah, tahu Sumedang memiliki warna putih, tapi ketika digoreng warnanya menjadi kecokelatan.

Memiliki tingkat ketebalan 3 cm, tahu Sumedang bertektur lunak dan kenyal. Tekstur tahu pun mudah hancur sebelum digoreng, karena memiliki kadar air yang sangat tinggi.

2. Tahu Bandung

Bandung tak hanya dikenal dengan kuliner dan tempat wisatanya saja yang mencuri perhatian, namun juga dikenal sebaga salah satu kota penghasil tahu yang berkualitas. Tahu Bandung merupakan jenis tahu yang paling populer di Kota Kembang ini. Memiliki warna putih dan kuning yang berasal dari kunyit, tahu Bandung dibentuk seperti persegi.

3. Tahu Cina

Tahu cina adalah jenis tahu yang sering ditemui di pasar tradisional. Memiliki warna putih dan tekstur yang padat, halus dan kenyal, tahu cina berukuran lebih besar dibandingkan dengan tahu lainnya. Ukurannya mencapai 12x12x8 cm. Dalam proses pembuatannya, umumnya tahu cina menggunakan bahan tambahan cioko (kalsium sulfat) untuk memadatkan teksturnya.

4. Tahu Takwa

Berasal dari Kediri, tahu takwa merupakan makanan khas terbesar ketiga di Jawa Timur itu. Tahu takwa memiliki tekstur yang kenyal dan lebih padat karena saat diproses, tahu ini ditekan dengan penekanan yang cukup tinggi selama 15 menit. Kadar air tahu takwa juga rendah, sehingga tak mudah hancur saat dipegang.

5. Tahu Sutra

Tahu sutra memiliki bentuk persegi dan dibentuk menyerupai bantalan kecil. Jenis tahu ini banyak ditemui di supermarket, karena memang harganya yang bisa dibilang sedikit lebih mahal dibandingkan jenis tahu lain yang mudah dijumpai di pasar tradisional. Tekstur dari tahu ini cenderung lunak dan kenyal. Tofu atau tahu Jepang adalah contoh dari tahu sutra.

8 Fakta Menarik Seputar Tahu

Tahu menjadi salah satu lauk pokok yang digemari oleh orang Indonesia. Selain harganya yang murah, tahu juga memiliki nilai gizi yang cukup, bahkan kandungan proteinnya bisa menyamai kandungan protein hewani. Memiliki rasa gurih serta tekstur yang lembut, tahu bisa diolah menjadi hidangan apapun termasuk dikreasikan menjadi makanan penutup, lho. Di Indonesia sendiri, banyak hidangan berbahan dasar tahu yang bisa kamu temukan di beberapa wilayah Nusantara.

Tak hanya itu saja, masih banyak fakta lain seputar tahu yang belum banyak diketahui masyarakat. Apa saja? Berikut 8 fakta mengenai tahu yang telah berhasil kami rangkum:

1. Tahu Berasal dari Tiongkok

Nama tahu meupakan serapan dari bahasa Hokkian yang memiliki nama asli tauhu. Secara harfiah, tauhu berarti kedelai terfermentasi dan sudah dikenal sejak zaman dinasti Han sekitar 2200 tahun yang lalu. Seorang bangsawan sekaligus cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu An disebut sebagai penemu makanan berwarna putih ini.

2. Kebutuhan Tahu di Indonesia Sangat Tinggi

Data sensus dari Badan Pusat Statistik dan Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2002 menunjukkan jika tingkat konsumsi tahu masyarakat kota mencapi 18,6 kg per kapita per tahunnya. Sedangkan bagi masyarakat pedesaan, kebutuhan konsumsi tahunya lebih rendah yaitu hanya mencapai 13,9 kg per kapita per tahunnya.

3. Ada Beragam Jenis Tahu di Indonesia

Sedikitnya ada lima jenis tahu yang ada di Indonesia yang terdiri dari tahu sumedang, tahu Bandung, tahu China, tahu takwa dan tahu sutra. Di sisi lain, ada pula jenis tahu yang dinamakan tahu susu Lembang yang dibuat dengan cara ditambahkan susu sapi murni.

4. Kandungan Protein Tahu Menyamai Kandungan Protein Hewani

Kandungan protein tahu (nabati) hampir menyamai kandungan protein hewani. Tahu memiliki nilai asam amino esensial sebesar 0,91. Nilai ini mendekati nilai PDCAAS (Protein dicerna terkoreksi Skor Asam Amino) yang sempurna dengan angka 1 yang hanya dimiliki oleh telur dan susu. Tahu juga menjadi sumber mineral yang baik karena mengandung banyak jenis mineral seperti mangan, selenium, besi, fosfor dan kalsium.

5. Tahu adalah Makanan yang Menyehatkan

Kandungan protein yang dimiliki tahu berkolerasi terhadap penurunan kolesterol LDL tanpa disertai peningkatan kolesterol HDL. Tahu mengandung zat isoflavon yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, membuat nyaman saat proses menopause, mencegah kanker dan penuaan dini serta mampu menjaga konsistensi berat badan.

6. Beberapa Daerah di Indonesia Memiliki Banyak Olahan Tahu

Di Surabaya, ada Tahu Tek yang cukup unik. Nama Tek sendiri berasal dari suara yang dihasilkan saat proses pembuatan hidangan ini. Lalu ada Tahu Gimbal asal Semarang, Tahu Kupat dari Solo, Tahu Campur Lamongan dan Tahu Telur dari Surabaya. Ketoprak yang umum ditemukan di Jakarta juga merupakan salah satu olahan tahu yang populer.

7. Tahu Juga Diolah Menjadi Berbagai Macam Jajanan Tradisional

Selain sebagai makanan pokok, tahu juga bisa diolah menjadi aneka jajanan tradisional yang lezat. Misalnya saja, tahu gejrot yang disiram dengan kuah asam, tahu jeletot dengan isisan sayuran serta irisan cabai rawit yang pedas, dan juga ada tahu bulat yang saat ini ramai dijual di berbagai sudut kota di Jakarta.

8. Bisa Diolah Menjadi Makanan Manis

Tak melulu diolah menjadi hidangan gurih, tahu juga rupanya bisa dikreasikan menjadi makanan penutup seperti pudding atau panna cotta yang lembut. Meski memiliki aroma kedelai yang khas, namun dengan penambahan susu atau krim, aroma tersebut akan hilang saat makanan sudah selesai diolah.

Semoga artikel diatas bisa bermanfaat ya, atau paling tidak hitung-hitung menambah wawasan.

(Sumber:KP)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top