Kesehatan

Apa Itu Onani dan Masturbasi Serta Manfaat dan Efek Sampingnya

Kamu pasti pernah mendengar istilah Onani/masturbasi kan? Hampir setiap hari pasti ada salah satu dari orang-orang terdekat kita yang mengatakan hal-hal atau bercerita tentang masturbasi (terutama laki-laki). Namun tidak menutup kemungkinan juga kalau perempuan juga melakukan kegiatan masturbasi. Apakah kamu tahu apa yang dimaksud dengan onani atau masturbasi?

Onani/masturbasi adalah kegiatan untuk memuaskan syahwat dengan cara mengeluarkan “secara paksa” air mani. Onani/masturbasi bisa dilakukan oleh pria maupun wanita. Secara syar’i Onani/masturbasi termasuk perbuatan yang diharamkan oleh syari’at dan merupakan perbuatan dosa.

Dalam bahasa Indonesia Masturbasi memiliki beberapa istilah yaitu onani atau rancap, yang maksudnya perangsangan organ sendiri dengan cara menggesek-geseknya melalui tangan atau benda lain hingga mengeluarkan sperma dan mencapai orgasme. Sedangkan bahasa gaulnya adalah coli atau main sabun yaitu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam memenuhi kebutuhan seksualnya, dengan menggunakan tambahan alat bantu sabun atau benda-benda lain, sehingga dengannya dia bisa mengeluarkan mani(ejakulasi).

Namun, tahukah kamu kalau onani/masturbasi ini memiliki beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan bagi kesehatan kamu? Apa saja manfaatnya, berikut beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dari onani/masturbasi :

1. Mencegah depresi

Dalam keadaan gundah, resah, dan berada dalam tekanan, terkadang masturbasi terlintas di pikiran Anda sebagai sebuah solusi. Benar adanya bahwa melakukan masturbasi dapat mencegah depresi. Melakukan masturbasi dapat meningkatkan produksi endorfin.

Endorfin merupakan sebuah hormon yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri Anda. Hal ini juga dapat terjadi pada diri Anda jika Anda melakukan olahraga. Bukankah secara logika apa yang kita lakukan saat masturbasi menyerupai olahraga?

2. Mengurangi risiko kanker serviks

Masturbasi oleh wanita lebih tabu daripada masturbasi pada pria. Namun, hal tersebut ternyata secara medis dapat mengurangi risiko kanker serviks. Penelitian menunjukkan bahwa gerakan dalam masturbasi dapat melindungi diri Anda dari infeksi serviks karena orgasme secara teratur dapat melenturkan leher rahim. Kemudian, gerakan yang wanita lakukan saat masturbasi dapat membantu cairan serviks penuh bakteri keluar dari tubuh Anda.

3. Membantu Anda untuk tidur

Seperti olahraga, melakukan masturbasi ternyata menurunkan tekanan darah Anda dan dapat memposisikan Anda dalam keadaan yang santai. Dengan kondisi fisik santai dan psikologis yang dibuat senang dengan meningkatnya hormon endorfin, Anda berada dalam kondisi terbaik untuk tidur. Maka, masturbasi ada baiknya dilakukan sebelum Anda tidur, bukan saat bangun tidur dan baru akan memulai aktivitas.

4. Mengurangi nyeri perut saat menstruasi

Penelitian mengatakan bahwa masturbasi wanita dapat mencegah nyeri haid saat dalam fase menstruasi.

5. Mengurangi risiko kanker prostat

Penelitian yang disebutkan dalam American Urogical Annual Meeting menyarankan bagi pria agar melakukan masturbasi setidaknya satu bulan sekali dalam rangka membantu pencegahan kanker prostat.

6. Meningkatkan kekebalan tubuh

Masturbasi dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Yang terjadi saat melakukan masturbasi adalah meningkatnya kadar kortisol, hormon yang dapat mengatur fungsi kekebalan tubuh dalam dosis kecil.

7. Pelepasan hasrat seksual paling aman

Dalam kehidupan, hasrat seksual sangat normal keberadaannya. Dan ketahuilah bahwa masturbasi merupakan cara melampiaskan hasrat seksual paling aman. Hal ini jauh lebih baik daripada mencari lawan hubungan seksual yang tidak dikenal, karena hal tersebut lebih mengancam berbagai kemungkinan penyakit maupun kehamilan di luar kehendak.

8. Mencegah ejakulasi dini

Melakukan masturbasi membuat Anda dapat lebih jeli mengukur kemampuan Anda dalam menahan diri untuk sampai pada fase orgasme. Maka dari itu, masturbasi bisa dijadikan terapi untuk diri Anda sendiri dalam upaya menyenangkan pasangan.

9. Meningkatkan kualitas sperma

Beberapa penelitian menyatakan bahwa melakukan masturbasi sebelum melakukan hubungan seksual dengan pasangan dapat meningkatkan kualitas sperma. Itu terjadi karena pada ejakulasi pertama Anda akan secara tidak langsung membuang sperma yang sudah “tua”.

10. Mencegah flu dan demam

Sebuah studi baru menyatakan bahwa dalam kegiatan masturbasi akan mengurangi pembengkakan di pembuluh hidung Anda. Hal tersebut membantu Anda dalam menjauh dari risiko terjangkit flu atau mengalami demam.

11. Mencegah serangan jantung koroner

Sebuah studi yang dilakukan oleh dr. Sharon Stills menyatakan bahwa rutinitas orgasme pada wanita akan membantu Anda tercegah dari risiko serangan jantung koroner.

12. Memperkuat organ seks pada wanita

Rutinitas melakukan masturbasi merupakan sebuah manfaat untuk melatih otot-otot vagina, klitoris, dan bagian-bagian pada organ intim seorang wanita. Hal tersebut dapat mendatangkan manfaat saat Anda melakukan hubungan seks dengan pasangan Anda.

Masturbasi yang terlalu sering bisa memicu aktivitas berlebih pada saraf parasimpatik. Dampaknya adalah produksi hormon-hormon dan senyawa kimia seks meningkat teramasuk asetilkolin, dopamin dan serotonin. Ketidakseimbangan kimiawi yang terjadi akibat hobi masturbasi yang terlalu sering bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan antara lain sebagai berikut:

1. Kemampuan ereksi melemah dan Impotensi

Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan pada tingkat yang parah bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali.

2. Kebocoran katup air mani

Kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yag tepat juga terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.

3. Rambut rontok dan Kebotakan

Dampak lain dari ketidakseimbangan hormon yang terjadi jika terlalu sering masturbasi adalah kerontokan rambut. Jika tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu kebotakan atau penipisan rambut pada pria.

Nah, Bagaimana cara yang harus dilakukan agar terhindar dari kecanduan masturbasi? Berikut cara yang bisa kamu terapkan :

1. Menghindari faktor-faktor yang memicu keinginan masturbasi

Jauhi segala sesuatu yang dapat meningkatan godaan Anda untuk melakukan masturbasi. Jika Anda memiliki benda-benda berbau pornografi, Anda harus membuangnya agar jauh dari penglihatan Anda. Lalu blok situs-situs yang memiliki konten pornografi pada komputer, sehingga Anda tidak akan bisa mengaksesnya. Sebisa mungkin hindari begadang, sehingga Anda tidak tergoda.

2. Berolahraga

Olahraga dapat membantu Anda untuk melepaskan endorfin, hormon kenikmatan yang merangsang seseorang dalam meningkatkan suasana hati, dan juga dapat memicu perasaan positif dalam tubuh yang disertai dengan kehidupan dan energi yang positif. Jika Anda tidak ingin berolahraga di luar ruangan, Anda bisa berolahraga di gym.

Mengapa olahraga dapat menghentikan kebiasaan masturbasi? Jawabannya sangat sederhana, karena olahraga dapat menjadi pengalih perhatian bagi tubuh Anda, mulai dari meningkatnya detak jantung, masuknya udara segar, dan meningkatnya konsentrasi, sehingga masturbasi tidak akan memiliki tempat di pikiran Anda. Selain itu, rasa lelah setelah berolahraga akan membuat Anda lebih menginginkan waktu untuk beristirahat daripada melakukan aktivitas masturbasi. Jadi, semakin sering Anda berolahraga, Anda perlahan-lahan akan berhenti dari kebiasaan ini.

3. Mengontrol makanan

Makanan memainkan peran penting dalam metabolisme tubuh Anda. Jika Anda makan makanan yang tinggi kalori, tingkat metabolisme tubuh Anda akan meningkat dan akan memberikan tingkat energi yang lebih tinggi. Semakin tinggi tingkat energi, semakin tinggi pula gairah seksual Anda. Anda akan lebih cenderung untuk masturbasi ketika makan makanan yang panas dan pedas.

Makanan akan menjadi sesuatu yang penting dalam mengontrol masturbasi. Jika Anda memiliki masalah ejakulasi dini dan ingin mengontrol masturbasi, maka hindarilah makan makanan pedas.

4. Mengisi aktivitas sosial

Lakukan hal ini sehingga Anda tidak merasa bosan dan kesepian. Kesepian dapat meningkatkan godaan untuk melakukan masturbasi, terutama jika Anda merasa bahwa seolah-olah masturbasi merupakan pengganti interaksi yang romantis. Kebosanan dapat memberikan kesempatan kepada pikiran Anda untuk berkelana ke pikiran yang menjerumus pada seksualitas, sehingga hal tersebut membuat Anda terpancing untuk melakukan masturbasi. Pergilah bersama teman-teman untuk bermain atau untuk sekadar mengisi waktu luang.

5. Bergabung dalam aktivitas dan mencari hobi baru

Ketika Anda berusaha untuk mengisi waktu dengan kegiatan baru, Anda akan dapat menemukan jalan lain untuk menguras energi Anda. Menemukan sarana kreatif untuk menguras energi dapat mengisi waktu Anda dan memberi Anda kepuasan tersendiri, jadi Anda tidak lagi memerlukan masturbasi untuk memenuhi kepuasan Anda. Temukan hobi baru, seperti berolahraga, bergabung dengan kegiatan sukarela, dan sebagainya, untuk mengisi waktu luang.

6. Mencari orang yang dapat dipercaya

Terkadang Anda mungkin perlu bantuan seseorang untuk dapat berhenti dari kebiasaan masturbasi sepenuhnya. Menemukan seseorang yang dapat Anda percaya seperti pemuka agama atau psikolog akan membuat Anda dapat bercerita mengenai permasalah Anda dan juga membantu Anda untuk menemukan solusinya. Ada konselor yang mengkhususkan diri untuk orang-orang yang memiliki kecanduan seksual, sehingga memungkinkan untuk membantu Anda menemukan cara yang sehat untuk melepaskan diri dari kebiasaan tersebut.

7. Bersabar

Anda tidak akan bisa menghentikan kebiasaan masturbasi hanya dalam semalam saja. Hal ini dapat dimengerti jika Anda masih menginginkannya sewaktu-waktu. Membuat catatan mengenai kemajuan Anda dalam berhenti masturbasi dapat memberikan motivasi tersendiri bagi Anda. Hal ini membuat Anda dapat menjaga diri, sehingga Anda akan terlepas dari hal-hal negatif yang dapat manghalangi usaha Anda untuk keluar dari kebiasaan masturbasi.

Nah, itu tadi hal-hal yang dijelaskan tentang onani/masturbasi. Walaupun terdapat manfaat dari masturbasi, tapi tidak jarang juga terdapat akibat yang ditimbulkan jika terlalu sering melakukan masturbasi. Jadi, alangkah baiknya jika seharusnya kita menghindari aktifitas tersebut dan mulailah melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan kamu dan terima kasih sudah membaca. (Sumber : hs, ad, ks)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top