Berita

Lagi-Lagi Gempa Kembali Menguncang Banten, Serang

Gempa kembali terjadi di Banten, gempa berkekuatan 5,1 skala Richter yang terjadi tersebut berlangsung pada pukul 19.40 WIB. Kedalaman gempa kali berada di 27 km. Getarannya terasa di Kecamatan Panggarangan dan Bayah. Sudah tiga kali gempa menyapa Lebak, Banten, Serang. Sebelumnya pada pukul 13.32 WIB, gempa 5,1 terjadi. Getarannya terasa di Jakarta. Kemudian gempa yang lebih besar terjadi pada Selasa 23 Januari 2018. Gempa berkekuatan 6,1 SR itu menggetarkan wilayah Jakarta dan sekitarnya. Getaran gempa tersebut membuat ratusan bangunan roboh dan rusak berat.

“Ada dua kemungkinan, aftershock atau gempa yang terpicu karena gempa utama. Tapi kemungkinan yang paling besar itu aftershock,” ujar ahli geodesi kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano. Menurut dia, aftershock ini memang agak terlambat. Biasanya, aftershock terjadi 3-5 jam dari gempa awal. Namun lanjut dia, gempa hari ini terjadi sehari setelah gempa awal. “Jika terjadi dalam beberapa hari setelahnya masih wajar. Memang agak terlambat. Itu wajar sebagai sisa dari kemarin,” kata Irwan. Oleh karena itu, ini menjelaskan kekuatan gempa hari ini yang lebih kecil dari lindu kemarin.

Gempa yang terjadi merupakan bukti meningkatnya aktivitas kegempaan di zona tektonik selatan Jawa. “Ada beberapa sumber gempa memang, dari Selat Sunda sampai selatan Jawa, selatan Banten, Jawa Tengah, dan Bali. Gempa akhir-akhir ini memberikan sebuah pesan, daerah tersebut aktif. Yang dulu kita tidak pernah perhatian akan hal itu,” ujar Irwan. Oleh karena itu, lanjut dia, warga harus waspada dengan potensi gempa di wilayah ini.

Menurut dia, sebenarnya, zona tektonik di Indonesia belum mengeluarkan potensi lindu sesungguhnya. Penelitian para peneliti, termasuk Irwan, zona tektonik ini memiliki potensi gempa besar di atas 8 skala Richter. “Kami tidak harapkan tapi hasil riset kami, yang sekarang menjadi bagian SNI bangunan tahan gempa, ada potensi sumber gempa di atas 8 SR, yang kemarin itu baru sebagian kecil saja,” kata Irwan. Terlebih lagi gempa Banten kemarin terjadi di bagian dalam laut. “Potensi yang besar itu yang harus diwaspadai ketika terjadi di tempat dangkal,” ucap Irwan.

Dampak gempa bumi yang digambarkan peta tingkat guncangan (shakemap), BMKG menunjukkan bahwa guncangan paling dirasakan di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor, II SIG-BMKG (IV-V MMI). Hal tersebut dibuktikan oleh warga di daerah tersebut. Sejumlah fakta terungkap terkait kedahsyatan gempa Banten. Apa saja?

Penghuni Gedung Tinggi Berhamburan

Gempa berkekuatan 6,1 SR mengguncang wilayah Jakarta dan sekitarnya. Getaran gempa terasa cukup lama, sekitar 2 menit. Gempa membuat karyawan yang berada di gedung tinggi di Jakarta panik dan berhamburan keluar gedung. Puluhan pekerja Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat, yang tengah fokus bekerja di lantai 5, seketika buyar dan menggeruduk tangga darurat.

Seorang pegawai bernama Rina Ayu menceritakan kengerian gempa tersebut. Menurut dia, hal ini persis dengan kejadian yang dialami saat bencana gempa di Yogya 2007 lalu. “Saya trauma, ini persis seperti waktu itu,” kata Rina.

Ratusan Rumah Roboh

Gempa Banten 6,1 SR menggoyang wilayah Jakarta dan sekitarnya. Daerah yang mengalami goncangan hebat dirasakan warga Ibu Kota, Sukabumi, Bogor, Cianjur dan daerah lainnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat beberapa bangunan mengalami kerusakan sedang hingga parah. Bahkan sejumlah orang terluka.

“Data sementara, ratusan rumah rusak akibat gempa Banten. Di Kabupaten Sukabumi terdapat 9 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, 1 masjid rusak berat, dan 2 fasilitas umum kesehatan rusak ringan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Sementara di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sebanyak enam pelajar luka berat dan dua pelajar luka ringan. Mereka terluka setelah tertimpa genteng yang runtuh di SMK Tenggeung, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. “Juga terdapat 1 rumah rusak berat di Desa Tanggeung dan 1 rumah rusak berat di Desa Pagermaneuh,” imbuh dia.

Kerusakan akibat gempa Banten juga terlihat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Beberapa rumah dan bangunan rusak di Kecamatan Sukajaya, Kecamata Nanggung, Kecamatan Megamendung, Kecamatan Caringin, dan Kecamatan Cijeruk. “Sebanyak 7 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak ringan. Data akan bertambah karena diperkirakan masih terdapat bangunan yang rusak,” jelas Sutopo.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, Prof Dwikorita Karnawati menjelaskan, usai gempa dengan skala 6,1 skala Richter akibat subduksi lempeng Indo-Australia terdapat sejumlah gempa susulan. “Sudah ada 20 kali gempa susulan dengan skala yang semakin rendah. Gempa ini berpusat di wilayah Samudera Hindia selatan Jawa,” kata Dwikorita di Kantor BMKG Wilayah III Denpasar. Ia melanjutkan, karena gempa ini relatif kecil, sehingga tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

Dwikorita menjelaskan, gempa yang cukup besar itu dirasakan hingga ke Lampung, Sumatera. Gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi berkedalaman menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Dengan mekanisme sumbernya berupa sesar geser naik (oblique trust), maka gempa terjadi akibat dari gerak lempeng tektonik, yaitu di Indo-Australia yang menunjang masuk ke bawah lempeng Uerasia. “Akibatnya terjadi getaran, guncangan bahkan patahan yang akhirnya memicu terjadinya gempa bumi,” ujarnya. “Patahannya naik tapi agak memutar, menggeser tidak murni naik. Kekuatannya belum cukup menghentakkan air di atasnya,” tambahnya.

Sejumlah rumah sakit pun melakukukan evakuasi darurat terhadap para pasiennya. Sejumlah rumah sakit, seperti rumah sakit Hermina di Jalan Pancoran Mas, Depok mengevakuasi sejumlah pasien saat guncangan gempa terjadi. Hatim Varaby, salah satu keluarga pasien di RS Hermina Depok mengaku cukup panik akibat guncangan gempa bumi tersebut. “Tadi saya sedang berada di dalam ruangan, karena menjaga bapak saya yang lagi dirawat,” kata dia.

Menurut Hatim, getaran gempa dirasa cukup kuat. Secara spontan, yang ada di rumah sakit langsung berhamburan ke luar ruangan. Ayahnya, yang dirawat, juga dievakuasi perawat dari lantai empat menuju area parkir rumah sakit. “Tadi dievakuasi lewat tangga darurat khusus evakuasi,” ujar Varaby. Tak hanya di Depok, kepanikan juga terlihat, di RS Hermina Kota Bogor, pengunjung dan perawat berhamburan keluar ruangan. Bahkan, beberapa pasien turut dibawa keluar ruangan menggunakan tempat tidur.

Gempa yang menguncang Jakarta ini juga dirasakan salah seorang pengunjung restoran sushi di Senayan City. Salah seorang pengunjung yang memilih untuk pulang, Puti Lenggogeni, mengatakan, gempa terasa kuat sekali guncangannya. “Kuat banget. Makanya ini langsung keluar dan mau pulang,” kata Puti.

Puti mengakui karena kepanikan tersebut nyaris banyak tamu yang sedang makan di restoran sushi itu kabur dan lupa bayar. Termasuk dia. “Pas bangkit, dan dalam keadaan panik, hampir saja mau keluar tapi ingat harus bayar. Jadi panik-panik sambil tanya bill mana bill mana?” kata Puti Puti dan saudaranya pun pulang ke rumah padahal masih ingin lama-lama bercengkrama sambil makan siang. “Mending pulang saja deh daripada kenapa-kenapa,” dia memungkas.

(Sumber: lp6)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top