Berita

Indonesia akan Alami Gerhana Bulan Pada 31 Januari 2018

Gerhana Bulan Total (GBT) bakal terjadi di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Momen itu akan jatuh pada Rabu 31 Januari 2018 mendatang atau bertepatan tanggal 14 Jumadil Ula 1439 H. Warga muslim diimbau melaksanakan ibadah salat gerhana bulan atau salat khusuf. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin mengatakan gerhana bulan total akan terjadi mulai pukul 18.48 WIB. Fenomena alam tersebut dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia.

Image result for Indonesia akan Alami Gerhana Bulan, Ini Imbauan Kemenag

“Hampir seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati Gerhana Bulan Total ini. Puncak gerhana akan terjadi pukul 20:29:49 WIB dan akhir gerhana pukul 22:11:11 WIB,” ujar Amin melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (22/1/2018). Terkait fenomena alam itu, lanjut Amin, Kementerian Agama mengimbau seluruh umat Islam melakukan salat sunnah gerhana bulan secara berjamaah. Warga juga diimbau zikir, istighfar, sedekah dan beramal baik lainnya. “Di samping itu kami mengimbau agar umat Islam berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara,” tutur dia.

Mahalnya harga teropong bintang membuat hanya segelintir orang yang bisa menikmatinya. Jelang gerhana bulan yang diprediksi terjadi pada akhir Januari, Sunardi berinisiatif menciptakan teropong bintang sendiri. “Kalau beli mahal sekali dan teropong bintang memang hanya oleh kalangan tertentu,” ujar Sunardi pada Minggu, 21 Januari 2018. Bersama teman-temannya, Sunardi yang juga aktif dalam Cirebon Astronomi membuat teropong bintang dengan memanfaatkan paralon bekas. Ia memanfaatkan ilmu pengetahuan yang didapat dari internet.

“Jadi kesannya tidak mesti eksklusif harus ke Boscha dulu atau beli teropong dengan harga mahal,” kata dia. Selain dari paralon bekas, bahan teropong bintang yang dibuat Sunardi juga memanfaatkan lensa bekas mesin fotokopi berdiameter standar 7 cm, lensa okuler yang mudah ditemukan baik dari mikroskop hingga lensa CCTV.

Selanjutnya, sambungan pipa baik yang berukuran sama 2,5 inci maupun berbeda 2 x 1 inci. Untuk membuat dan mengatur fokus pada objek yang dituju, Sunardi memanfaatkan dua roda mobil mainan yang diberi gir terbuat dari plastik. “Ada juga cakram hard disk untuk memantulkan bayangan,” ujar dia.

Satu per satu bahan teropong dirakitnya sendiri. Hasilnya kata dia, tidak jauh berbeda dengan teropong asli di Boscha atau yang sudah dijual bebas. “Sebelum pakai lensa bekas mesin fotokopi, saya buat dengan lensa kacamata,” ujar Sunardi.

Sunardi mengaku memiliki kepuasan saat bisa berbagi ilmu pengetahuan tentang galaksi melalui teropong yang dirakitnya sendiri. Teropong rakitannya bahkan selalu digunakan untuk memantau hilal datangnya Ramadan. “Selain kepuasan, ada kreasi tersendiri. Selain itu, kita bisa tahu trial and eror-nya di mana. Kalau beli kan tinggal pakai,” ujar dia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, M Daud Pakeh mengatakan bahwa dunia falak Indonesia tahun ini akan mengalami gerhana bulan total. “Berdasarkan perhitungan tim falakiyah Kanwil Kemenag Aceh akan terjadi fenomena alam yang berkaitan dengan ibadah umat Islam berupa gerhana bulan total di wilayah Indonesia, termasuk untuk Wilayah Provinsi Aceh,” ujar Daud seperti dikutip dari laman resmi Kemenag Aceh, Jumat (19/1).

Kemenag Aceh telah mengirim surat edaran kepada Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh tentang adanya gerhana bulan total. Dalam surat tersebut, Kemenag mengimbau agar umat Islam melakukan shalat khusuf atau shalat gerhana. “Surat edaran sudah kita kirim ke seluruh Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh dan juga diteruskan kepada instansi terkait, ormas Islam dan masyarakat agar melaksanakan ibadah shalat sunnah khusuf di masjid dan mushala pada waktu tersebut di atas atau dapat dilaksanakan setelah shalat Isya secara berjamaah,” kata Daud.

Sumber: L6

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top